JAKARTA – Kenapa Pamor Nur Alam Tak Pernah Padam? Secara fisik Gubernur Sulawesi Tenggara dua periode (2008-2013 dan 2013-2017) Nur Alam, saat ini masih menjalani sisa masa hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung. Namun, nama besar dan pamor politiknya masih moncer dimana-mana. Namanya “ditakuti” berbagai kalangan di Sulawesi Tenggara, terutama mereka yang ingin eksis jelang Pilkada Sultra.

Kenapa hal itu bisa terjadi? Tentu saja semua itu tak lepas dari spirit Nur Alam yang tak pernah padam. Spirit artinya memiliki keterikatan yang lebih kepada hal yang bersifat kerohanian atau kejiwaan, dibandingkan hal yang bersifat fisik atau material. Nur Alam memang terus peduli dan tak henti memperjuangkan nasib Sulawesi Tenggara, meski keberadaannya dibatasi jarak ruang waktu.

Sebagai motor dari pemekaran di sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara, dan meninggalkan legacy pemerintahan yang masih dirasakan warga seperti kokohnya jembatan Bahteramas dan megahnya Masjid Al Alam yang berdiri di atas Teluk Kendari, juga rintisan program Anggaran Dana Desa, Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar, Nur Alam adalah magnet yang pengaruhnya masih sangat kuat sampai sekarang.