Agus meminta Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menyiapkan strategi dan memanfaatkan teknologi yang dimiliki untuk mencegah terjadinya fenomena narkopolitik. Terlebih angka prevalensi di Indonesia cukup tinggi.

Sayangnya Agus tak menyebut angka prevalensi narkoba di Indonesia. Namun yang pasti, angka prevalensi itu disebutnya telah menyebabkan kerawanan dan Indonesia dijadikan tujuan pangsa pasar yang potensial untuk memasarkan narkoba.

Peredaran Narkoba di Bali Naik

Dittipidnarkoba Bareskrim Polri juga mengungkapkan kenaikan peredaran narkotika di Bali. Peredaran barang haram tersebut terjadi di sejumlah tempat wisata.

“Peredaran narkoba di Bali dari pantauan Mabes Polri sedikit meningkat, terutama yang (datang) dari luar (negeri),” kata Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Jayadi kepada wartawan di Badung, Rabu. Namun, dia tidak membeberkan berapa persen kenaikan peredaran barang haram tersebut di Pulau Dewata.

Salah satu kasus yang disoroti oleh Jayadi adalah terungkapnya penyelundupan 3,6 kilogram kokain. Barang haram itu dibawa ke Bali oleh warga negara (WN) Brasil.