Semangat Delvin untuk tetap bertahan dalam kompetisi tersebut didorong oleh dukungan moral yang mengalir dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, teman-teman terdekat, dosen, hingga pihak kampus dan Camat Ngagelrejo. Baginya, membawa nama baik almamater dan daerah asal menjadi dorongan utama untuk tampil maksimal. Delvin berharap kontribusinya tidak hanya berhenti pada bidang pariwisata, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi pemuda lain untuk berani mengukir kebanggaan, baik di tingkat lokal maupun internasional. Kisah Maulana dan Delvin menjadi cerminan bagaimana mahasiswa Surabaya mampu mengelola prioritas antara tanggung jawab akademik dan pengembangan diri secara seimbang.