katamerdeka.com – Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dengan total anggaran sekitar Rp 7 triliun selama 2025–2026. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu siswa, santri, dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya di lingkungan madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan.

“Selama tahun 2025-2026, Kementerian Agama menyalurkan Rp 7 triliun untuk PIP dan KIP Kuliah jadi beasiswa untuk anak-anak pelajar pesantren dan mahasiswa,” ujar Nasaruddin dalam agenda Dua Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat Untuk Umat, di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Senin (13/10/2026).

Menurut Nasaruddin, dukungan pembiayaan pendidikan tersebut membantu penerima beasiswa memperoleh kesempatan belajar yang lebih luas, termasuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi berkualitas.

“Beberapa di antaranya sekarang ini memilih perguruan tinggi yang terbaik di dunia. Pemberian beasiswa terhadap anak-anak kita di pesantren, juga madrasah dan perguruan tinggi, ini sangat-sangat membantu ya,” katanya.

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan, anggaran bantuan pendidikan tersebut terdiri atas sekitar Rp 4 triliun untuk PIP dan Rp 3 triliun untuk KIP Kuliah.

Program Indonesia Pintar menjangkau 5.216.294 siswa madrasah serta siswa pada satuan pendidikan Kristen, Katolik, dan Hindu, dengan total anggaran mencapai Rp 4,07 triliun.

Sementara itu, KIP Kuliah diberikan kepada 289.255 mahasiswa pada perguruan tinggi keagamaan Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Total anggaran program tersebut mencapai Rp 3,032 triliun.

Kamaruddin mengatakan, selain PIP dan KIP Kuliah, pemerintah juga memberikan dukungan pendidikan melalui program beasiswa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Jadi selama pemerintahan Bapak Presiden Prabowo-Gibran itu sudah menyalurkan PIP dan KIP Kuliah. Kemudian untuk meningkatkan kualitas SDM, ada 3.659 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa (LPDP),” ujarnya.

Kemenag juga menjalankan Beasiswa Indonesia Bangkit melalui kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pada periode 2024–2025, program tersebut menjangkau 3.659 penerima dengan nilai anggaran mencapai Rp 1,377 triliun.

Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain memperluas akses beasiswa, Kemenag turut mendorong pengembangan pendidikan keagamaan bagi berbagai kelompok agama. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Negeri (SETIAKIN) di Bangka Belitung.

Di bidang kesejahteraan tenaga pendidik, Kemenag juga mengalokasikan anggaran tunjangan profesi bagi guru madrasah dan guru pendidikan agama.

Pada 2025, sebanyak 452.796 guru madrasah dan guru pendidikan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, serta Buddha menerima tunjangan profesi dengan nilai Rp 19,148 triliun.

Sementara pada 2026, jumlah penerima tercatat mencapai 671.704 guru, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 25,996 triliun.

Peningkatan jumlah penerima dan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendukung kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia.

Melalui penyaluran beasiswa dan tunjangan profesi, Kemenag berharap semakin banyak siswa, santri, dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan, serta semakin banyak guru mendapatkan dukungan dalam menjalankan tugasnya.