Di sisi lain, Delvin Erwi Anggara, mahasiswa Ilmu Ekonomi FEB UNAIR angkatan 2024, juga menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Ia berhasil menjadi finalis Cak & Ning Surabaya setelah melalui serangkaian proses seleksi yang panjang dan kompetitif. Bagi Delvin, keikutsertaannya dalam ajang ini merupakan perwujudan impian yang telah ia simpan sejak masa SMP dan SMA. Mewakili Kecamatan Tenggilis Mejoyo, ia berkomitmen untuk aktif melestarikan budaya serta memajukan sektor pariwisata di Kota Pahlawan. Ia memandang peran sebagai representatif pemuda Surabaya sebagai tanggung jawab besar untuk merangkul generasi muda agar lebih memahami potensi diri serta sejarah kotanya.

Manajemen Waktu Mahasiswa di Tengah Padatnya Agenda Karantina

Perjalanan Delvin dalam kompetisi ini tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Ia harus menghadapi tantangan berat ketika jadwal babak grand final dan masa karantina hotel selama lima hari bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) di kampusnya. Selama masa karantina, para peserta diwajibkan untuk fokus menerima materi dari senior dan tamu undangan tanpa diperbolehkan menggunakan telepon genggam. Delvin mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi adalah membagi waktu agar tetap bisa belajar dan menjaga nilai akademiknya di tengah jadwal karantina yang sangat padat. Ia harus memberikan upaya ekstra untuk memanfaatkan waktu luang demi persiapan ujian.