“Jadi seperti kita disrupsi era digital, ini kita baru akan bikin pengamanannya tahun depan, eh sekarang udah duluan (bocor), tinggal duluan kebijakan pemerintah disegerakan sekarang atau seperti sesuai road map tahun depan baru dibikin,” lanjutnya.

Bobby menjelaskan, nantinya Panja akan mempertanyakan kepada pemerintah mengenai kebocoran data tersebut. Dia menyebut hal itu dilakukan untuk memperoleh gambaran langkah yang akan dilakukan pemerintah terhadap kebocoran data.

“Panja ini nanti akan mengungkapkan kepada publik, kita tanya kata pemerintah ini nggak penting, tapi kata pengamat Pak A, Pak B Pak C ini sangat penting dan itu datanya sangat valid. Kita konfrontir di situ, sehingga kita mendapatkan gambaran ini katanya apa emang udah bener. Kalau memang sudah bener apa yang dilakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut Bobby mengatakan negara memiliki instrumen untuk menindaklanjuti persoalan kebocoran data. Dia menyebut Panja dibentuk karena kemunculan Bjorka yang membocorkan data di media sosial.(SW)