Lima Buku Karya Prabowo Subianto Diserahkan ke Library of Congress, Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia
katamerdeka.com – Diplomasi Indonesia di Amerika Serikat terus diperkuat melalui pertukaran pengetahuan dan karya intelektual. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyerahan lima buku karya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada Library of Congress (LoC), perpustakaan nasional Amerika Serikat yang menjadi salah satu pusat koleksi pengetahuan terbesar di dunia.
Penyerahan buku dilakukan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, saat mengunjungi Library of Congress pada Jumat (9/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Indroyono didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan serta jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC.
Rombongan Indonesia diterima oleh Dr. Kay Qui, Chief Asian Division, Dr. Sarah Rhodes dari Congressional and Intergovernmental Office, serta pustakawan Joshua.
Lima buku yang diserahkan merupakan karya Presiden Prabowo Subianto yang merekam pemikiran, gagasan, dan perjalanan kepemimpinannya. Di antara buku tersebut terdapat Kepemimpinan Militer dan Paradox Indonesia.
Dengan penambahan lima buku tersebut, koleksi buku karya dan tentang Presiden Prabowo Subianto yang tersimpan di Library of Congress mencapai 90 judul.
Dalam kesempatan yang sama, turut diserahkan buku-buku karya sejumlah tokoh Indonesia, yakni Fadli Zon, Nyoman Nuarta, Purnomo Yusgiantoro, Nining Sri Astuti, Havas Oegroseno, dan Indroyono Soesilo.
Perkuat Diplomasi Kebudayaan melalui Literasi
Penyerahan buku ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemikiran dan perjalanan Indonesia kepada masyarakat internasional melalui jalur literasi dan pertukaran pengetahuan.
Karya intelektual memiliki peran penting dalam diplomasi kebudayaan karena memungkinkan masyarakat lintas negara mengenal sejarah, gagasan, identitas, serta pengalaman suatu bangsa melalui sumber tertulis yang dapat dipelajari dalam jangka panjang.
Kehadiran karya-karya Presiden Prabowo dan sejumlah tokoh Indonesia di Library of Congress juga memperluas akses peneliti, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum terhadap perspektif Indonesia.
Melalui koleksi tersebut, diplomasi tidak hanya berlangsung dalam forum resmi antarpemerintah, tetapi juga melalui pertukaran gagasan yang dapat membangun pemahaman antarmasyarakat.
Library of Congress Simpan Ratusan Ribu Koleksi Indonesia
Library of Congress memiliki peran penting dalam pelestarian pengetahuan dunia. Berlokasi di Washington DC, lembaga ini menyimpan lebih dari 170 juta koleksi, mulai dari buku, manuskrip, foto, peta, rekaman musik, hingga berbagai arsip suara.
Koleksinya mencakup sekitar 39 juta buku dan bahan cetak dalam 470 bahasa, serta puluhan juta manuskrip.
Dari keseluruhan koleksi tersebut, sebanyak 183.568 koleksi berasal dari Indonesia. Koleksi itu meliputi manuskrip kuno, 749 buku langka, rekaman audiovisual, hingga artefak teknologi perekaman suara.
Data tahun 2021 mencatat lebih dari 117.000 koleksi Indonesia telah dikatalogkan dalam bagian koleksi Asia. Materinya mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, politik, sejarah, ilmu pengetahuan, hingga sastra anak.
Kekayaan koleksi tersebut memperlihatkan luasnya dokumentasi mengenai Indonesia yang tersimpan di salah satu lembaga penelitian dan perpustakaan terkemuka dunia.
Jejak Para Pemimpin dan Sejarah Nusantara
Dokumentasi mengenai perjalanan kepemimpinan nasional Indonesia juga menjadi bagian penting dari koleksi Library of Congress. Lembaga ini menyimpan lebih dari 1.100 buku tentang Presiden Soekarno, 918 buku tentang Presiden Soeharto, serta puluhan karya mengenai Presiden B.J. Habibie.
Sementara itu, American Folklife Center menyimpan rekaman dan dokumentasi Indonesia yang berasal dari rentang waktu 1893 hingga 2009. Koleksi tersebut menjadi sumber penting untuk menelusuri perkembangan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia dari berbagai periode sejarah.
Salah satu koleksi bersejarah yang menonjol adalah manuskrip Jawa beriluminasi tahun 1862 berjudul Pangkat-pangkat caritanipun serat babad ing Tanah Jawi sedhaya.
Naskah tersebut memuat kisah sejarah Jawa dan penyebaran Islam, sekaligus menunjukkan kekayaan tradisi penulisan serta seni ilustrasi Nusantara. Keberadaannya menjadi bukti bahwa warisan intelektual Indonesia telah memiliki perjalanan panjang dan nilai penting bagi kajian sejarah maupun kebudayaan dunia.
Indonesia dalam Percakapan Pengetahuan Global
Penyerahan lima buku karya Presiden Prabowo Subianto dan buku-buku karya tokoh Indonesia lainnya memperkuat upaya memperkenalkan khazanah intelektual nasional kepada khalayak internasional.
Koleksi buku, manuskrip, dan dokumentasi sejarah tidak hanya berfungsi sebagai rekaman masa lalu, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang. Melalui akses terhadap sumber-sumber tersebut, masyarakat dunia dapat memahami Indonesia secara lebih mendalam, baik dari sisi sejarah, politik, kebudayaan, maupun perkembangan pemikirannya.
Diplomasi kebudayaan melalui literasi juga membuka ruang bagi hubungan antarmasyarakat yang lebih luas. Pertukaran karya intelektual memungkinkan gagasan dari Indonesia hadir dalam lingkungan akademik dan penelitian internasional, sekaligus memperkaya perspektif global mengenai perjalanan bangsa Indonesia.
Dengan demikian, kehadiran karya-karya Indonesia di Library of Congress bukan sekadar penambahan jumlah koleksi perpustakaan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi kebudayaan dan memperkenalkan suara, gagasan, serta warisan intelektual Indonesia dalam percakapan pengetahuan dunia.







Comment