Prabowo Tegaskan Hilirisasi Berhasil, Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Tembus Pasar Global
katamerdeka.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan ekspor perdana baterai kendaraan listrik menjadi bukti keberhasilan strategi hilirisasi industri yang dijalankan pemerintah. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat posisi industri nasional di pasar global.
“ Hari ini, ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya,” kata Prabowo saat peluncuran program hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis.
Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut dalam acara yang dipantau secara daring dari Jakarta. Dalam kesempatan itu, Presiden juga meresmikan sejumlah tahapan pengembangan industri yang menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional.
Menurut Prabowo, ekspor perdana baterai kendaraan listrik serta peluncuran 11 proyek hilirisasi tersebut merupakan hasil dari rangkaian upaya dan keputusan yang telah dilakukan oleh pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.
Ia menilai pembangunan nasional merupakan proses panjang yang melibatkan kontribusi berbagai generasi pemimpin dan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat.
“Pembangunan negara, nation building, bukan usaha yang singkat. Nation building adalah sebuah perjuangan, perjalanan panjang, nation building is a long march. Ini bagian dari long march itu,” ujarnya.
Kepala Negara menekankan bahwa semangat pembangunan yang diwariskan para pemimpin terdahulu harus terus dilanjutkan untuk mendorong kemajuan Indonesia pada masa kini dan masa mendatang.
Dalam agenda tersebut, Prabowo meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik sekaligus menandai empat proyek industri yang memasuki tahap komersial di kawasan IWIP.
Keempat proyek tersebut meliputi Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.
Selain itu, Presiden mencanangkan peletakan batu pertama tujuh proyek industri baru, yakni Guangqing Nickel Cobalt, Eno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Guangqing Motor Indonesia.
Dengan demikian, total terdapat 11 proyek industri yang menjadi bagian dari program hilirisasi tersebut. Empat proyek telah memasuki tahap komersial, sedangkan tujuh proyek lainnya memulai pembangunan.
Secara keseluruhan, nilai investasi dari program hilirisasi tersebut mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun.
Ekspor perdana baterai kendaraan listrik menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan industri berbasis sumber daya alam di Indonesia. Melalui hilirisasi, pemerintah berupaya mendorong pengolahan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi sebelum dipasarkan ke pasar domestik maupun internasional.
Pengembangan industri baterai kendaraan listrik juga berkaitan dengan upaya memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik, mulai dari pengolahan mineral hingga produksi komponen pendukung teknologi energi masa depan.
Dengan investasi mencapai Rp180 triliun dan pengembangan 11 proyek industri di kawasan IWIP, pemerintah melanjutkan agenda hilirisasi sebagai salah satu instrumen pembangunan ekonomi nasional.
Prabowo menegaskan, capaian tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang pembangunan Indonesia yang perlu diteruskan secara konsisten agar potensi sumber daya alam dapat memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.







Comment