Sepak Terjang SYL, Peras Hingga Copot Bawahannya Jika Tak Sejalan
JAKARTA – Syahrul Yasin Limpo ( SYL ) meminta Momon Rusmono turun dari mobil karena tidak mampu memenuhi permintaan SYL untuk mengumpulkan uang demi kepentingan pribadi SYL. Peristiwa itu terjadi ketika SYL aktif sebagai Menteri Pertanian (Mentan).
Cerita itu diungkap jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan perkara pemerasan dan penerimaan gratifikasi yang menjerat SYL. SYL sendiri didakwa melakukan pemerasan dan penerimaan gratifikasi lebih dari Rp 44,5 miliar.
“Jumlah uang yang diperoleh terdakwa selama menjabat sebagai Menteri Pertanian RI dengan cara menggunakan paksaan sebagaimana telah diuraikan di atas adalah sebesar total Rp 44.546.079.044,” ucap jaksa KPK Taufiq Ibnugroho membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (28/2/2024).
SYL duduk di kursi terdakwa bersama Muhammad Hatta dan Kasdi Subagyono. Jaksa mengatakan Hatta adalah orang kepercayaan SYL ketika menjabat Gubernur Sulawesi Selatan yang kemudian diangkat sebagai Pj Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan pada 2020-2022 serta Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan sejak Januari 2023. Sedangkan Kasdi selaku Direktur Jenderal Perkebunan Tahun 2020.







Comment