Menurut Gus Miftah, ia selalu berusaha menjadi sosok yang menghibur bagi istrinya di rumah.

Baginya, humor adalah bagian penting dari hubungan mereka. “Kalau canda-tawa itu hilang, justru istri saya akan merasa aneh. Itu adalah bagian dari keakraban kami,” tambahnya.

Dalam pernyataan penutupnya, Gus Miftah mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menghakimi tanpa mengetahui konteks sebenarnya.

Ia menekankan pentingnya memahami bahwa apa yang terlihat di media sosial tidak selalu mencerminkan kenyataan.

“Rumah tangga kami penuh canda dan kebahagiaan, dan saya bersyukur istri saya selalu menerima saya apa adanya,” pungkasnya.

Video tersebut menjadi pengingat bahwa tidak semua yang terlihat di permukaan media sosial bisa langsung dianggap sebagai kebenaran.

Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan kasih sayang, dan bagi Gus Miftah, candaan adalah cara unik untuk menjaga kehangatan dalam rumah tangganya. (*)