katamerdeka.com – Di sudut paling luar Indonesia, tepatnya di SD Negeri 001 Teluk Alulu, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, pendidikan terus berjalan dalam keterbatasan. Meski berada di pulau terluar yang berbatasan dengan perairan Filipina, semangat belajar anak-anak di sekolah ini tak pernah padam.

Aulia Rahmadani (11) dan Faizal (10), dua murid kelas kecil, menyimpan harapan sederhana ingin sekali merasakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka. Program yang banyak dibicarakan di media sosial itu selama ini hanya bisa mereka lihat dari video singkat.

“Di TikTok banyak yang dikasih makan sama sekolah. Kami belum pernah dapat,” ujar Aulia, Senin (1/12/2025).

Aulia mengaku ia dan teman-temannya sudah lama menantikan kehadiran MBG di Maratua. Mereka ingin merasakan makanan bergizi gratis seperti murid-murid di daerah lain.

“Kami dari dulu kepengin dapat MBG, tapi belum dapat-dapat. Waktu dengar bakal ada MBG masuk, kami senang sekali. Kirain akhirnya bisa ngerasain,” tuturnya.

Aulia tidak selalu membawa bekal dari rumah. Terkadang ia hanya membawa sedikit nasi, kadang bahkan hanya air putih. Meski begitu, ia tetap berangkat sekolah setiap pagi agar tidak tertinggal pelajaran.

“Kalau ada makan bergizi gratis, saya senang sekali. Biar kuat belajar dan tidak cepat capek,” katanya.

Hal serupa disampaikan Faizal. Ia mengaku sering merasa lapar di tengah jam pelajaran.

“Kalau lapar, susah fokus. Kalau ada makanan dari sekolah, pasti lebih semangat,” ujarnya.

Pulau Maratua termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Akses menuju pulau ini cukup menantang. Dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau, perjalanan harus ditempuh melalui jalur laut.

Kondisi geografis tersebut membuat distribusi program pemerintah tidak selalu menjangkau sekolah-sekolah kecil seperti SDN 001 Teluk Alulu. Akibatnya, Aulia dan Faizal hanya bisa berharap suatu hari mereka dapat menikmati fasilitas yang sama seperti murid-murid di kota.

Meski berada di perbatasan, keduanya tetap bersemangat mengikuti pelajaran. Mereka percaya pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang lebih baik, meski tanpa fasilitas lengkap atau makanan bergizi setiap hari.

“Kalau ada makan gratis, pasti kami lebih senang sekolah,” kata Aulia.

Harapan sederhana anak-anak di Teluk Alulu menjadi pengingat bahwa masih banyak murid di wilayah terluar Indonesia yang menantikan kesempatan yang sama: belajar dalam keadaan sehat, kenyang, dan dihargai.

Mereka masih menunggu, berharap suatu hari Program Makan Bergizi Gratis benar-benar hadir di sekolah mereka membawa harapan baru dari ujung negeri.