Tingkatkan Mutu Pembelajaran, Kementan Perkuat Kompetensi Dosen
katamerdeka.com, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus berkomitmen meningkatkan mutu proses pembelajaran melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Metode Evaluasi Pembelajaran Berbasis Outcome-Based Education (OBE), bertempat di Ruang Rapat Kampus I Polbangtan Gowa, Senin (14/09/2026).
Diikuti oleh seluruh Dosen Polbangtan Gowa, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Polbangtan Gowa dalam meningkatkan kompetensi dosen, khususnya dalam menyusun RPS serta menerapkan metode evaluasi pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran mahasiswa. Implementasi OBE menjadi penting dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran sekaligus memastikan proses pendidikan berjalan selaras dengan kompetensi lulusan yang ingin dicapai.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci kemajuan sektor pertanian nasional.

“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” tegasnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, turut menekankan bahwa pendidikan dan pelatihan memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas insan pertanian.
“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci pembangunan sektor pertanian. Ia berharap lembaga pendidikan vokasi mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan siap kerja.
Dalam arahannya, Direktur Polbangtan Gowa Ismaya Nita Rianti Parawansa menyampaikan bahwa penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) merupakan hal baru yang membutuhkan pemahaman dan kesiapan bersama, khususnya bagi para dosen sebagai pelaksana utama proses pembelajaran.
“Kurikulum ini merupakan sesuatu yang baru bagi kami, sehingga tentunya kami membutuhkan pencerahan dan pemahaman yang lebih mendalam, termasuk rambu-rambu dalam penyusunan dan penerapannya. Bagi para dosen, kegiatan ini menjadi sangat berarti untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai OBE, bagaimana menyusun pembelajaran berbasis OBE, hingga bagaimana menerapkannya dalam proses pembelajaran,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap penerapan kurikulum OBE di Polbangtan Gowa dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas proses pendidikan.
“Kurikulum baru ini dapat dipahami dengan baik, dikonversi secara jelas (termasuk nilai dan transkrip), serta tidak merugikan mahasiswa agar lulusan memiliki daya saing yang tinggi dan unggul,” ujar Ismaya.
Bimtek menghadirkan Kasbawati, selaku Wakil Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Hasanuddin, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar OBE, keterkaitan profil lulusan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan course assessment, penyusunan CPMK yang terukur dan selaras dengan CPL, hingga penyusunan RPS.
Melalui kegiatan ini, Polbangtan Gowa berharap dosen mampu menyusun perangkat pembelajaran yang semakin sistematis, terukur, dan selaras antara CPL, CPMK, metode pembelajaran, serta metode evaluasi. Penguatan implementasi OBE menjadi salah satu langkah Polbangtan Gowa untuk terus melakukan perbaikan mutu pembelajaran secara berkelanjutan dan menghasilkan lulusan pendidikan vokasi pertanian yang kompeten, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan pembangunan pertanian.






Comment