Untuk mengatasi mahalnya transportasi udara, Rusdi menyebutkan tiga faktor penting yang harus dibenahi: keseimbangan harga avtur, penghapusan PPN, dan pembebasan bea impor untuk suku cadang pesawat.

Terkait dengan masa depan Lion Group, Rusdi mengaku tidak akan terlibat langsung, termasuk dalam rencana Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana. Ketika ditanya mengenai kemungkinan IPO tahun depan, Rusdi hanya menjawab singkat, “Kita lihat nanti.”

Sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg, PT Lion Mentari Airlines sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan rencana IPO di Bursa Efek Indonesia, dengan target perolehan dana sebesar 300 juta hingga 500 juta USD. Meski demikian, hingga saat ini, belum ada detail resmi mengenai jadwal pelaksanaan IPO atau jumlah saham yang akan ditawarkan.

Rusdi menilai bahwa perusahaannya telah memiliki nilai yang cukup setelah beroperasi selama 25 tahun. Ia menyoroti bahwa maskapai-maskapai lain dengan armada besar telah go public, sementara Lion Air, yang merupakan maskapai swasta terbesar di Asia Tenggara, belum melakukannya.