Efriza menanggapi bahwa Magelang Retreat adalah pendekatan “military way” dalam pengorganisasian, bukan untuk menciptakan pemerintahan militeristik. “Pengorganisasian militer telah banyak diadopsi oleh perusahaan besar di dunia dan terbukti efektif,” jelasnya.

Efriza juga menganggap kritik Refly soal kehadiran Ketua Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Sufmi Dasco Ahmad, saat pengumuman kabinet sebagai hal yang tidak substansial. “Sufmi Dasco Ahmad adalah Ketua Tim Gugus Tugas Sinkronisasi yang membantu Prabowo dalam penyusunan kabinet. Meski masa baktinya berakhir saat pelantikan, kehadirannya untuk mendampingi Prabowo sangat wajar,” tegas Efriza.

Ia menilai kritik ini terkesan mencari-cari kesalahan Prabowo dan mengabaikan capaian serta upaya serius dalam menjalankan pemerintahan.