Menurut Arsul, pemerintah sudah lebih dari dua tahun melabeli para pemberontak di Papua ini sebagai kelompok separatis teroris (KST). Dia mengingatkan agar TNI-Polri tak salah sasaran dalam melakukan operasi-operasi penindakan terhadap KKB Papua.

“Selaku Waka MPR, saya juga meminta agar dalam operasi-operasi penegakan hukum yang dipertegas ini jangan sampai salah sasaran, apalagi kemudian diwarnai dengan kekerasan terhadap warga masyarakat biasa yang dicurigai sebagai anggota atau simpatisan KKB/KST. Karena ini yang sering dijadikan dasar untuk menuduh adanya pelanggaran HAM di Papua,” imbuhnya.

Seperti diketahui, KKB menyerang Pos Satgas Yonif 7 Marinir di Jalan Yahuli, Paradiso Bawah Km 6, Distrik Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan, hingga mengakibatkan prajurit Marinir Pratu Agung Pramudi Laksono (27) gugur tertembak. TNI mengungkapkan serangan diduga karena KKB di Yahukimo tak ingin ada Pos TNI-Polri di sana.

Dilansir Rabu (23/8), Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Tommy Yudistyo mengatakan informasi serangan KKB bermula sekitar pukul 11.20 WIT, Senin (21/8). KKB yang melancarkan tembakan dibalas oleh prajurit yang bertugas di pos tersebut.