“Yang bisa dikelola itu hanya 7-8 ribu, itupun tidak bisa kita pakai semuanya karena ada fasum. Nah dalam rangka bagaimana menetralkan dan bagaimana komunikasinya secara baik kita fokus dulu ke yang 2.300 hektare dimana investasi itu akan diadakan sekarang,” kata Bahlil.

“Jadi 2.300 hektare itu dulu yang kita lakukan, total KK-nya itu kurang lebih sekitar 800 KK yang kita lakukan tahap awal, kemudian kita geser ke perkampungan sebelah itu,” sambungnya.(SW)