“Kami tadi sepakat karena demokrasi itu kan pilarnya partai politik. Kalau ketua umum partai politik nggak berani nyapres, terus gimana? Demokrasi kita gimana? Oleh karena itu prioritas, ya, tentu Golkar sebagai pemenang pemilu nomor dua, Pak Airlangga prioritas, ya, pantas layak pemenang pemilu nomor 2 untuk jadi capres,” kata Zulhas di restoran bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/11) lalu.(SW)