“Jadi ya kami memang berharap disamping kasus ini bisa terang benderang dan sebagainya, kalau memang ada soal-soal jual beli senjata dan sebagainya, kami minta itu juga diprioritaskan,” tambahnya.

Pihak TNI AD pun merespons kabar tersebut. Danpuspomad Letjen Chandra Sukotjo memastikan pihaknya akan mendalami hal tersebut.

Kabar adanya transaksi senjata api itu juga dikonfirmasi oleh pihak kepolisian. Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra membeberkan pembunuhan sadis ini memang bermula dari adanya transaksi senpi.

“Memang para pelaku ini kan dia membuat skenario untuk melakukan transaksi senjata api dengan para korban,” ujar Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra, dilansir detikSulsel, Minggu (4/9/2022).

Dia menjelaskan pembunuhan sadis ini bermula saat pelaku dan korban, yakni Arnold Lokbere, Irian Nirigi, Leman Nirigi, dan satu korban yang belum diketahui identitasnya, sepakat bertransaksi senjata api. Kelompok pelaku dan korban kemudian bertemu di sebuah tanah kosong di Jalan Budi Utomo, Mimika, Papua, Senin (22/8).