“Hari ini kita buat prioritas pertama koalisi besar dengan presiden dari KKIR, kemudian wakil presiden dari KIB. Kalau nggak terjadi ya, maka muncul poros keempat, bisa Golkar dengan PAN atau dji samsoe dan sebagainya,” tuturnya.

“Ya berbagai probability, opsi dengan PKB juga ada juga, masing-masing masih terbuka, masih cair kan sampe bulan Oktober kan, orang dulu Kiai Ma’ruf aja satu hari sebelumnya baru putus kok,” lanjutnya.

Sementara Waketum Partai Gerindra Habiburokhman menyebut rencana pembentukan koalisi yang dilebur dari KKIR dan KIB merupakan langkah serius. Habiburokhman mengatakan pembentukan koalisi empat partai ini sudah sampai tahapan yang serius.

“Ya kalau ini di bahasa gaul anak-anak sudah serius lah ini, taarufnya sudah serius, bukan sekedar say hello. Sudah ada komunikasi intensif antara para petinggi-petinggi kami,” ujar Habiburokhman kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6).

Habiburokhman mengatakan para petinggi Gerindra, Golkar, PKB, dan PAN intensif melakukan komunikasi. Saat ditanyakan soal proposal agar Airlangga Hartarto menjadi cawapres Prabowo Subianto, Habiburokhman enggan merinci.