Setelah ditemukan, jasad APH dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten untuk dilakukan otopsi. Hasil sementara menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan, dengan luka lebam di tangan, kaki, dan perut korban. Kepala korban juga dililit lakban, menutupi mata, hidung, dan telinga, yang semakin memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat pembunuhan.

Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon dan Polda Banten masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik pembunuhan ini. Hingga saat ini, delapan saksi telah diperiksa, termasuk saksi di lokasi penemuan jasad, tetangga korban, serta kedua orang tua korban.

“Sampai saat ini, ada delapan saksi yang diperiksa untuk membantu penyelidikan,” kata Kemas. Pihak kepolisian terus berupaya mengejar pelaku dan berharap segera mengungkap motif di balik pembunuhan balita yang tragis ini.