Sebelumnya Lukas Enembe diperiksa kondisi kesehatannya lebih dulu sebelum meresmikan kantor Gubernur Papua. Lukas kemudian diizinkan setelah melalui pemeriksaan.

“Tadi kami pantau kesehatan beliau. Karena kita lihat baik akhirnya kita izinkan beliau menghadiri acara hari ini (meresmikan kantor gubernur Papua),” imbuh Ketua Tim Dokter Lukas Enembe, dr Anthon Mote, kepada detikcom, Jumat (30/12).

Menurut Anthon, Lukas menjalani pemantauan oleh dokter asal Singapura secara virtual. Pasalnya, izin berobat ke Singapura belum disetujui oleh KPK.

“Jadi dokter Singapura secara intens terus memantau kesehatan Gubernur. Sebanyak 3 kali seminggu beliau dipantau kesehatannya oleh dokter Singapura dengan cara virtual atau online. Begitu juga dengan obat-obatan yang dikonsumsi sekali 1 bulan dikirim,” paparnya.

Untuk diketahui, Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka korupsi suap dan gratifikasi bersumber dari APBD Provinsi Papua. Ketua KPK Firli Bahuri beserta tim penyidik KPK dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sempat mendatangi Lukas Enembe di Jayapura, Papua.