Jakarta – Tarian Lumense asal dari Tokotu’a Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara sukses ditampilkan pada perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 77 di Istana Merdeka Jakarta, rabu (17/8).

Kesenian khas Sulawesi Tenggara (SULTRA) tersebut mendapat kesempatan khusus dari Istana untuk hadir dan memeriahkan puncak perayaan momen yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia.

Berdasarkan pantauan media, tarian Lumense sukses dengan meriah ditampilkan selama 15 menit oleh 100 penari wanita dan 20 penari pria penabuh gendang.

Secara harfiah kata Lumense diambil dari bahasa daerah setempat, Lume berarti terbang dan mense artinya tinggi.

Disimpulkan bahwa tarian Lumense menggambarkan sesuatu yang terbang tinggi diatas.

Tari Lumense terinspirasi dari gerakan ritual masyarakat Kabaena (Suku Asli Bombana) yang diyakini sebagai media perantara pemujaan manusia kepada roh penguasa negeri dengan penyajian aneka jenis makanan.

Seiring perkembangan masyarakat, gerakan Lumense tidak lagi berfungsi sarana ritual pemujaan pada roh, gerakan Lumense drastis berubah fungsi menjadi sarana kesenian tari yang kerap dipertontonkan pada acara kebesaran di daerah tersebut.