Menurut pengamat politik, basis suara Anies kemungkinan besar akan terpecah, dengan sebagian besar memilih untuk golput.

Banyak dari pendukung Anies dianggap kecewa dengan situasi politik saat ini, terutama dengan keputusan partai-partai besar yang tidak mendukung Anies dalam Pilkada.

Sementara itu, pendukung Ahok diperkirakan akan mengarahkan dukungannya kepada pasangan Pramono Anung-Rano Karno, mengingat afiliasi mereka dengan PDIP, partai yang juga mendukung Ahok sebelumnya.

Beberapa survei yang dirilis, seperti yang dilakukan oleh Katadata Telco Survey, Charta Politika, LSI, dan Poltracking Indonesia, mengonfirmasi tren ini.

Dalam survei Katadata, Ridwan Kamil-Suswono memimpin dengan elektabilitas sebesar 48,4 persen, diikuti oleh Pramono Anung-Rano Karno dengan 22,1 persen, dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana dengan hanya 2,1 persen.

Meski begitu, tantangan bagi Ridwan Kamil-Suswono tetap besar, terutama dalam menjaga momentum di tengah persaingan yang ketat.

Sementara Pramono Anung-Rano Karno terus berusaha mendekati basis pendukung Anies, pasangan Dharma-Kun dianggap tidak memiliki pengaruh signifikan dalam kontestasi kali ini, dengan suara yang masih terpecah di antara pasangan yang lebih dominan.