“Pada akhirnya, saya berkesimpulan bahwa Plt Ketum Mardiono tidak menghendaki orang-orang Alm Haji Lulung berada di dalam kepengurusan DPW PPP DKI. Ini lah yang membuat saya akhirnya memutuskan mundur,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menyampaikan terima kasih kepada sejumlah elite PPP, Waketum Pak Arsul Sani, Amir uskara serta Sekjen DPP PPP Arwani. Ia mendoakan agar mereka sukses menjadi pimpinan PPP ke depannya.

“Saya doakan PPP bisa menjadi partai yang lebih baik lagi ke depannya dan tetap menjalin silaturahmi,” ujarnya.

Di sisi lain, PPP membantah pernyataan Riano P Ahmad soal Mardiono tidak ingin ada jajaran almarhum Haji Lulung di kepengurusan DPW PPP DKI Jakarta. Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek meminta Riano tidak menebar fitnah.

“Ya nggak begitu juga, Pak Riano itu mantan DPRD, pernah di PPP dan pernah di PAN, tahu tata organisasi, bukan soal like and dislike, ada putusan Mahkamah Partai yang menjadi landasan kepengurusan,” kata Awiek saat dikonfirmasi, Senin (6/2).

“Kalau kita tidak mengembalikan sesuai Mahkamah Partai, tentu DPP akan dicap orang yang melanggar, kan Pak Riano tahu sendiri apa hasil Muswil DKI Jakarta, dan apa putusan Mahkamah Partainya,” tambahnya.(SW)