“Kejadian ini bermula saat anggota Kodim Babinsa ini pulang ke rumah kemudian diadang oleh orang-orang mabuk,” ujar Wakil Sementara Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Chandra Kurniawan kepada wartawan di Kota Jayapura, Selasa (2/1/2024).

Sertu AD awalnya meminta para warga yang mabuk tersebut untuk pulang ke rumah masing-masing. Warga tersebut justru emosi dan secara bersama-sama menyerang Sertu AD.

“Sudah diingatkan agar pulang tapi tetap malah menyerang Babinsa ini,” kata Chandra.

“Sehingga terjadi pemukulan oleh orang mabuk ini kepada anggota Babinsa yang sedang menggunakan pakaian dinas,” lanjutnya.

Chandra mengatakan Sertu AD kemudian melakukan pembelaan diri saat dikeroyok. Namun, pembelaan diri yang dilakukan Sertu AD membuat salah satu dari kelompok tersebut tewas.

“Kemudian karena terdesak Babinsa dipukul sehingga anggota Babinsa ini membela diri sehingga terjadilah kejadian ini (seorang warga tewas)” terangnya.

Menurut Chandra, tewasnya warga tersebut membuat warga lainnya marah. Mereka meluapkan kemarahannya dengan membakar rumah Sertu AD dan sebuah pos polisi di kampung tersebut.