Laskar itu menurutnya melibatkan komponen organisasi masyarakat, kepemudaan, dan mahasiswa untuk mengawal Pemilu 2024. Cak Imin mengharapkan agar Pemilu 2024 tetap berjalan jujur, bebas, umum dan rahasia.

Cak Imin juga berbicara soal potensi kecurangan di setiap Pemilu. Ia tak menampik potensi kecurangan selalu terbuka. Sehingga perlu adanya pengawasan dari luar penyelenggara.

“Kita selalu melihat pemilu potensi kecurangan tinggi, terutama daerah-daerah yang jauh (pelosok). Nah, potensi itu selalu ada setiap pemilu, kita harus hilangkan,” kata Cak Imin di Kota Bandung, Sabtu (18/3/2023).

Selain berbicara soal Laskar Antikecurangan Pemilu, Cak Imin juga menyinggung soal wacana perubahan sistem pemilu dari proporsional terbuka ke tertutup. Ia menilai harusnya, Mahkamah Konstitusi bisa bijak dalam menyikapi hal tersebut.

“Pemilu sudah amat dekat. Kalau mau ubah sistem pemilu lima tahun sebelumnya. Jangan 11 bulan perubahan sistem itu, merepotkan. Misal, Pemilu 2029, itu dimulai perubahan (sistem Pemilu) pada 2025,” kata Cak Imin.(SW)