Rasio Utang LN Sudah Mengkhawatirkan, Sri Mulyani Masih Bilang Aman
Berbeda dengan Sri Mulyani, pengamat ekonomi lainnya malah mengatakan alarm indikator utang Indonesia mulai berbunyi.
Guru Besar Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Mudrajad Kuncoro dari semua indikator utang, debt to service ratio (DSR) atau rasio utang Indonesia cukup mengkhawatirkan.
“Membahas indikator utang, ada tiga yaitu debt to service ratio, debt export ratio dan debt to GPD ratio,” ujarnya.
Dari ketiganya, Mudrajad mengungkapkan ada satu indikator yang berada di atas 20%, yaitu debt to service ratio (DSR).
“Yang lain-lain fine, DSR kita sejak pemerintahan Jokowi itu di atas 20%,” ungkapnya.
DSR sendiri adalah rasio utang menghitung kemampuan pembayaran bunga dan cicilan utang yang dibagi dengan penerimaan ekspor.
Sebagai perbandingan, data terakhir Bank Dunia, menunjukkan DSR Indonesia berada pada level 39,57%.
Sejak 2016 sampai 2018, DSR Indonesia mengalami tren penurunan hingga mencapai 25,1% pada 2018. DSR meningkat pada 2019 hingga awal 2023 menjadi 39,57% atau nyaris 40%.(SW)






Comment