Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang membenarkan jika dirinya diminta untuk membuat video testimoni terkait Pemilu damai dan apresiasi keberhasilan pemerintahan Presiden Joko Widodo oleh seseorang yang mengaku sebagai anggota Polrestabes Semarang.

Sekalipun mengatakan bahwa permintaan tersebut bukan sebuah intimidasi, namun ia menolak membuat video. Sementara itu pihak Polrestabes Semarang menegaskan bahwa permintaan pembuatan video tersebut sebagai upaya menurunkan tensi politik menjelang pemilu.

Sebelumnya Mantan Menko Polhukam yang juga cawapres no urut 3 Mahfud MD bongkar upaya menekan rektor perguruan tinggi jelang Pemilu.

Calon Wakil Presiden 03 ini menyebut bahwa setelah adanya puluhan perguruan tinggi yang mengeluarkan petisi mengkritik Presiden Joko Widodo, beberapa rektor didekati dan didesak untuk membuat statement.

“Setelah sahut-sahutan puluhan perguruan tinggi mengeluarkan petisi karena pelanggaran etik dan ketidaknetralan aparat pemerintah dalam berdemokrasi (pemilu), muncul gerakan,” tutur Mahfud, Selasa, (6/2/2024).