JAKARTA – Sidang pleidoi Richard Eliezer alias Bharada E sungguh mengharukan dan membuat air mata meleleh di pengadilan.

Pada sidang itu Eliezer menyinggung penundaan rencana pernikahan dan bapaknya yang kehilangan pekerjaan akibat kasus dugaan pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J).

Hal itu disampaikan Richard saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (25/1).

Richard memulai pleidoi dengan meminta maaf kepada ibu dan bapaknya atas peristiwa pembunuhan yang membuatnya diadili.

“Ma, maafkan kalau karena kejujuran saya ini sudah membuat mama sedih harus melihat saya di sini. Saya tahu mama sedih, tapi saya tahu mama bangga saya berjuang untuk terus menjalankan perkataan mama menjadi anak yang baik dan jujur. Saya berterima kasih mama selalu ada mendukung saya di sini,” ujar Richard dengan mata berkaca-kaca.

Dia meminta maaf dan mengucapkan rasa terima kasih kepada bapaknya yang turut mengajarkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran dan kerja keras dalam menjalani kehidupan.