Namun Faizal belum mengetahui pasti keberadaan KKB pimpinan Egianus Kogoya. Pihaknya juga masih berupaya mencari pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens.

“Kita sedang memastikan dari mana keberadaan posisinya,” tegas Faizal, yang juga Kepala Operasi Damai Cartenz.

Faizal menambahkan pihaknya juga sudah tidak menemui adanya aktivitas warga di Distrik Paro. Warga ramai-ramai memilih meninggalkan wilayah tersebut.

“Selama 2 hari 1 malam kami di sana, tak ada melihat ada warga lagi yang tinggal di sana. Jadi memang masyarakat di sana sudah mengungsi semua,” ujarnya.

Egianus Kogoya terungkap meninggalkan sepucuk surat di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Surat tersebut sengaja ditinggalkan di lokasi pembakaran pesawat Susi Air. Tampak surat tersebut sudah lecek dengan bekas lipatan. Surat itu diketik dengan kop surat bertulisan ‘The West Papua Liberation Army Tentara Pembebasan Nasional (TPN-OPM) Papua Barat Markodap III Jantung Bintang Pegunungan Tengah’.

“Yang mengganggu fasilitas keamanan kami militer TPN-OPN. Boleh kejar saya. Saya tidak mundur satu langkah pun dan di mana kami bertemu sekali bertemu,” tulis Egianus Kogoya dalam suratnya.