“Beberapa saat sebelum penembakan, ada kendaraan roda empat yang mencurigakan berhenti di halaman rumah korban. Tak lama setelah kendaraan itu pergi, terjadi penembakan,” ujar Burhan di ruang jenazah Biddokkes Polda Sulsel.

Burhan menambahkan bahwa pihak keluarga telah meminta agar jenazah korban diautopsi untuk keperluan penyelidikan. Ia juga menyebut bahwa selama ini adiknya tidak memiliki musuh, meskipun sering menangani kasus sengketa tanah sebagai pengacara.

Hingga kini, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mencari tahu motif di balik penembakan tersebut dan mengidentifikasi pelaku. Polisi juga tengah mendalami laporan terkait kendaraan mencurigakan yang berada di lokasi kejadian sebelum insiden berlangsung.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan segera terungkap demi memberikan keadilan bagi keluarga korban.