katamerdeka.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menargetkan Indonesia mencapai swasembada pangan pada tahun 2028. Salah satu langkah utama yang diambil adalah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 triliun pada tahun 2025 untuk program cetak sawah baru seluas 150.000 hektar dan intensifikasi lahan seluas 80.000 hektar. Dana ini akan disalurkan melalui Kementerian Pertanian untuk mendukung program ketahanan pangan.

Usai rapat koordinasi di Jakarta, Zulhas menyebut bahwa program ketahanan pangan ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga dengan total anggaran lintas sektoral sebesar Rp 139,4 triliun untuk tahun 2025. “Anggaran ketahanan pangan cukup besar, yaitu Rp 139,4 triliun, tapi tersebar di berbagai kementerian,” ungkapnya. Kementerian Keuangan, bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), turut berperan dalam mendukung program ini. Kementerian BUMN, misalnya, dialokasikan anggaran Rp 44 triliun untuk distribusi pupuk, sementara Kementerian PU akan menangani pembangunan bendungan dan irigasi.

Untuk memperkuat ketahanan pangan di desa-desa, Kementerian Desa juga mendapatkan anggaran sebesar Rp 16,25 triliun. Selain itu, program pemenuhan gizi nasional yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional mendapatkan anggaran sekitar Rp 71 triliun. Zulhas menekankan pentingnya koordinasi antar kementerian agar semua program ini berjalan terintegrasi dan tepat sasaran demi mencapai swasembada pangan.

Kementerian Keuangan Siapkan Anggaran untuk Lahan 1 Juta Hektar

Wakil Menteri Keuangan, Anggito Abimanyu, menambahkan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar tiga juta hektar sawah baru untuk mencapai swasembada beras. Namun, pembangunan akan dimulai dengan 1 juta hektar terlebih dahulu. “Jika kita bangun tiga juta hektar, Indonesia berpotensi menjadi penghasil beras terbesar di dunia. Tapi, kita mulai secara bertahap, 1 juta dulu,” ungkap Anggito.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), impor beras Indonesia mencapai 3,2 juta ton hingga September 2024, senilai 2,01 miliar dolar AS. Dengan target swasembada ini, Anggito menegaskan bahwa Indonesia akan mengurangi ketergantungan pada beras impor dari negara lain seperti Thailand, Vietnam, dan Pakistan.

Presiden Prabowo: Indonesia Siap Jadi Lumbung Pangan Dunia

Dalam pidatonya usai dilantik sebagai Presiden RI periode 2024-2029, Prabowo Subianto menekankan tekadnya untuk menjadikan Indonesia swasembada pangan. Ia menargetkan bahwa dalam empat hingga lima tahun ke depan, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan domestik tetapi juga menjadi lumbung pangan dunia. “Kita harus mencapai ketahanan pangan dalam waktu sesingkat-singkatnya agar Indonesia tidak bergantung pada pangan impor, terutama saat situasi global sedang genting,” tegas Prabowo.

Program ketahanan pangan ini diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian Indonesia dan mengurangi kerentanan terhadap perubahan pasar pangan global, serta mendukung kesejahteraan rakyat dengan pasokan pangan yang cukup dan berkelanjutan.