“Sejauh ini sih belum ada dampak yang terasa secara langsung (pembatalan kunjungan wisman). Seperti disampaikan tadi, kunjungan wisatawan 11-12 ribu per hari untuk internasional,” ungkap Agung Rai.

Menurutnya, libur akhir tahun juga sangat dinanti-nanti wisatawan. “Jadi optimis naik dan semoga tidak ada cancel,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana berkeyakinan bahwa travel warning yang diterbitkan pemerintah Australia akibat pengesahan KUHP di Indonesia tidak akan mempengaruhi kedatangan wisman asal Negeri Kangguru ke Pulau Dewata.

“Kita sudah sering kena travel warning dari Australia dan tidak berpengaruh, saya katakan kita confident kok,” kata Partha Adnyana, Jumat (9/12/2022).

Menurut Partha Adnyana, penerbitan travel warning hanya sebagai tindakan over reaktif dari negara Australia. Ia berkeyakinan, warga Australia mempunyai tindakan yang berbeda dan akan tetap bepergian ke Bali.

“Jadi menurut saya ini cuma reaktif saja, over reaktif dari negara. Saya pikir masyarakatnya berbeda, masyarakat Australia berbeda. Tipikalnya memang begitu, dia tidak selalu harus masyarakat serta merta ikut kok arahan pemerintahnya,” ungkapnya.