PDIP Singgung Cebong, Kecurangan Pemilu di Depan Mata
Senada dengan Deddy, politikus senior PDIP Hendrawan Supratikno menilai Fahri tak memahami drama politik yang terjadi. “Fahri sedang galau karena terlalu suntuk berusaha memahami drama-drama yang tuna etika,” kata Hendrawan.
Hendrawan menjelaskan bahwa putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MK) sudah gamblang yang memberhentikan Anwar Usman dari Ketua MK.
“Menurut saya, Bung FH yang aneh. Proses pelanggaran etika berat yang sudah jelas-jelas merupakan putusan MKMK, masih dianggap biasa-biasa saja. Padahal kita tahu, ‘hukum mengapung di atas lautan etika’ (law floats in a sea of ethics) kata Earl Warren,” ujarnya.
Hendrawan mengatakan pihaknya tak menuduh pihak tertentu soal indikasi kecurangan pemilu. PDIP, kata Hendrawan, justru berharap pemilu berjalan dengan jujur dan adil.
“Kami tak pernah menuduh orang curang. Yang kami tekankan, harapan akan adanya pemilu yang luber-jurdil. Itu sebabnya, bila ada indikasi kecurangan, itu alarm untuk kita semua. Kecurangan harus menjadi musuh bersama, musuh kesadaran kolektif kita,” imbuhnya.







Comment