katamerdeka.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan baja milik China yang diduga tidak memenuhi kewajiban pajak kepada negara. Sidak tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.

“Tadinya mau minggu ini, tapi belum siap orangnya. Minggu depan deh kita datang ramai-ramai ke perusahaan itu. Kita datangin bos China-nya itu,” kata Purbaya saat ditemui di kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1).

Purbaya mengungkapkan, perusahaan-perusahaan tersebut telah lama beroperasi di Indonesia dan diduga menganggap pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat diajak bekerja sama untuk melakukan praktik kecurangan.

Ia menegaskan anggapan tersebut keliru. Menurut Purbaya, Kementerian Keuangan akan menelusuri kemungkinan adanya pegawai DJP yang bersekongkol dengan perusahaan pengemplang pajak tersebut.

“Pokoknya saya akan deteksi dia di situ, laporan pajaknya ke mana, kantornya mana, punya siapa. Saya akan nanya satu, dua, tiga pertanyaan, habis itu saya rumahin semua orang pajaknya. Kalau sudah terbukti bersalah, dipecat,” tegas Purbaya.

Purbaya menyatakan telah mengantongi nama perusahaan baja asing yang diduga menghindari kewajiban pajak, namun belum bersedia mengungkapkannya ke publik. Ia juga menyinggung lemahnya pengawasan, baik di Direktorat Jenderal Pajak maupun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yang dinilai seolah menutup mata terhadap praktik tersebut.

“Kita akan rapikan organisasi Pajak dan Bea Cukai supaya bekerja lebih serius ke depan,” ujarnya.

Kementerian Keuangan memastikan akan mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran perpajakan, baik yang dilakukan oleh wajib pajak maupun aparatur negara, guna meningkatkan kepatuhan dan menjaga integritas sistem perpajakan nasional.