JAKARTA – Tersangka kasus suap dan gratifikasi Lukas Enembe dibawa ke KPK dari RSPAD Gatot Soebroto. Lukas Enembe dibawa dengan pengawalan ketat.

Pantauan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2023), Lukas Enembe keluar dari rumah sakit sekitar pukul 16.50 WIB. Area sekitar RSPAD Gatot Soebroto dijaga ketat menjelang Enembe dibawa ke KPK.

Sejumlah personel Brimob dengan senjata panjang berjaga-jaga di lokasi. Satu mobil taktis pun bersiap di area RSPAD Gatot Soebroto.

Usai Lukas Enembe naik ke mobil, rombongan polisi dengan sepeda motor dan satu kendaraan taktis ikut mengawal perjalanan Lukas Enembe ke KPK. Sejumlah mobil yang diduga penyidik KPK juga ikut mengawal.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri membenarkan Lukas Enembe sore ini dibawa dari RSPAD ke KPK.

Iya betul,” kata Ali.

Lukas Enembe ditangkap setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh KPK, Selasa (10/1/2022). Lukas Enembe kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Setiba di Jakarta, Lukas dibawa ke RSPAD untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Lukas kemudian dirawat terkait kondisi kesehatannya.

Lukas Enembe diduga menerima suap dan gratifikasi terkait proyek pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua. Total suap dan gratifikasi yang diterima Lukas diduga senilai Rp 11 miliar.

Sementara itu keluarga Lukas Enembe mengungkap alasan memprotes KPK lantaran tidak menggunakan pesawat Garuda saat membawa Gubernur Papua itu ke Jakarta. Keluarga menilai Lukas Enembe telah mengabdi puluhan tahun sehingga layak diperlakukan lebih baik oleh KPK.

Hal itu disampaikan adik Lukas Enembe, Elius, saat mencoba menjenguk Lukas yang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (11/1/2023). Elius menilai ada cara yang lebih baik saat KPK menangkap Lukas Enembe.

“Kami keluarga serahkan pengabdian untuk negara 20 tahun, tapi kami kasih hati minta jantung, bagaimana negara ini? Nggak boleh minta KPK tidak boleh pun culik tidak boleh. Ini tidak syarat orang sakit ke Jakarta. Bukan pesawat Garuda lagi. Ini sudah kejahatan,” ujar Elius.

Elius beserta tim dokter dan pengacara menjenguk Lukas Enembe pada Rabu (11/1). Namun mereka masih belum berhasil bertemu dengan Lukas Enembe.

Pihak keluarga mendesak KPK segera memberikan akses untuk bertemu dengan Lukas Enembe.

“Kami keluarga harapan akses dibuka. Saya dokter pribadi, keluarga pun bisa datang dilihat Bapak, bawa makanan, bawa pakaian, itu kebutuhan. Kalau kita nggak lihat ini 24 jam siapa yang jaga di dalam. Terjadi apa-apa,” terangnya.

Kuasa hukum Lukas, Petrus Bala, mengatakan hal serupa. Petrus mengatakan pihak keluarga khawatir atas kesehatan Lukas Enembe. Karena itu, pihaknya meminta perwakilan keluarga bisa mendampingi.

“Saya bilang ke petugasnya. Untuk masalah kesehatan, setiap detik bisa berubah. Kalau kejadian apa-apa beberapa jam ke depan? Ini kemanusiaan,” kata dia.(SW)