Ganjar mendapat 37,8 persen pada Januari, 31,9 persen Mei, 32,7 persen Juni, 35,3 persen Juli, 35,8 persen Agustus dan 37,9 persen September. Artinya, Ganjar mengalami kenaikan elektabilitas sekitar 0,1 persen.

Sedangkan, Anies mendapat 22,1 persen pada Januari, 20,8 persen Mei, 22,1 persen Juni, 18,4 persen Juli, 19,7 persen Agustus dan 14,5 persen September 2023. Artinya, malah terjadi penurunan sekitar 7,6 persen.

Adjie menyimpulkan, tren positif dialami elektabilitas Ganjar Pranowo maupun Prabowo Subianto. Sedangkan, tren negatif dialami elektabilitas Anies Baswedan, termasuk setelah deklarasi pasangan Anies-Muhaimin.

“Penurunannya signifikan karena melewati margin of error, dan tren penurunan Anies dan itu terjadi setelah deklarasi pasangan Anies-Muhaimin di awal September 2023,” ujar Adjie.(SW)