Ia mengatakan persentase yang masuk di KPU merupakan hasil penghitungan suara berjenjang dari tingkat TPS. Hasyim menegaskan pihaknya membantah adanya narasi mengunci suara salah satu peserta Pilpres 2024.

“Jadi kalau ada informasi, kabar atau pernyataan seperti itu, KPU membantah ya bahwa KPU tidak pernah mematok, tidak pernah mengunci, tidak pernah menargetkan partai tertentu, pasangan calon tertentu, sejak awal harus suaranya sekian, tidak ada. Jadi semuanya yang dihitung berasal dari perolehan suara di TPS,” imbuhnya.

Adapun Hasto mengatakan Pemilu 2024 belum usai, pihaknya masih mengawal penghitungan suara yang berlangsung di KPU. Hasto lantas menyebut adanya algoritma yang mengunci suara Ganjar di angka 17%.

“Misalnya dimasukkannya suatu algoritma untuk nge-lock perolehan Pak Ganjar itu hanya maksimum 17%. Kemudian juga suatu program untuk mengunci autentifikasi terhadap multifaktor yang seharusnya tidak sembarang orang meng-upload C1,” ujar Hasto di usia diskusi politik di UI, Depok, Kamis (7/3).