Zulkifli Hasan Dukung Ide Presidential Club yang Diusung Presiden Terpilih Prabowo Subianto
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, memberikan dukungan positif terhadap ide Presidential Club yang diusung oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto, menyebutnya sebagai langkah yang sangat bagus.
“Bagus banget,” ungkap Zulkifli Hasan di kedai Mie Gacoan, Sunter, Jakarta Utara, pada Sabtu (4/5).
Presidential Club adalah sebuah kelompok perkumpulan yang akan terdiri dari mantan presiden Republik Indonesia, termasuk Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan menyatakan bahwa ide tersebut pasti akan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dirinya. Terlebih lagi, ide tersebut berasal dari Prabowo Subianto selaku presiden terpilih.
“Dengan senang hati kita dukung ya, terserah Bapak Prabowo. Beliau ini kan presiden terpilih,” tambahnya.
Juru Bicara Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa Presidential Club sebenarnya bukanlah sebuah institusi, melainkan istilah yang digunakan sesuai dengan keinginan Prabowo.
Tujuan pembentukan kelompok ini adalah agar para mantan presiden yang masih hidup dapat bertemu secara rutin. Dalam pertemuan tersebut, mereka dapat membahas berbagai hal, termasuk strategi kebangsaan.
“Presiden Club itu adalah istilah yang saya gunakan, bukan institusi. Ya, semua mantan presiden kita yang masih ada,” jelas Dahnil Anzar Simanjuntak.
Presiden Terpilih Prabowo Subianto, yang kini memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Zulkifli Hasan, dianggap sebagai tokoh yang dapat mengokohkan hubungan antar-elite politik di Indonesia. Dengan dukungan penuh dari para pemimpin politik seperti Zulkifli Hasan, ide Presidential Club ini dapat menjadi sarana penting dalam menjaga komunikasi dan kolaborasi yang efektif di antara para pemimpin bangsa.
Selain itu, melalui pertemuan rutin di Presidential Club, para mantan presiden juga diharapkan dapat memberikan pandangan dan arahan yang berharga bagi perkembangan bangsa Indonesia ke depan. Dengan demikian, langkah ini tidak hanya menjadi simbol solidaritas politik, tetapi juga merupakan upaya konkret dalam membangun kerjasama lintas-generasi untuk kepentingan nasional.








Comment