Indonesia Raup Komitmen Investasi Rp 6,3 Triliun dari Forum Investasi di London
katamerdeka.com – Indonesia berhasil menghimpun komitmen investasi senilai sekitar Rp 6,3 triliun atau setara US$ 385,1 juta melalui tiga kesepakatan strategis dalam ajang Indonesia Investment Forum (IIF) 2026 di London, Inggris, Kamis (5/11/2026).
Penandatanganan dan penyampaian kesepakatan investasi tersebut disaksikan langsung Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani.
Ketiga komitmen investasi tersebut mencakup sektor pengolahan timah, pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta pembangunan fasilitas perakitan alat berat dan suku cadangnya.
Investasi terbesar berasal dari Titanium Capital yang berencana menanamkan modal sebesar Rp 4,16 triliun atau setara US$ 252,1 juta untuk sektor pengolahan timah.
Selanjutnya, perusahaan Axelera berkomitmen mengembangkan pusat data berbasis AI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang dengan nilai investasi EUR 50 juta atau setara US$ 56 juta.
Investasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan bisnis antara kedua pihak dalam ajang Trade Expo Indonesia 2026.
Sementara itu, BlackInk Co-operation Limited berencana memanfaatkan lahan di kawasan industri Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) untuk membangun fasilitas perakitan alat berat dan suku cadangnya. Nilai investasi proyek tersebut mencapai US$ 77 juta.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, kepastian regulasi dan iklim investasi menjadi faktor penting dalam menarik minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia.
“Ketika memutuskan untuk berinvestasi, saya selalu mengatakan bahwa investor tidak menyukai ketidakpastian. Investor menginginkan kepastian, prediktabilitas, serta proses yang kredibel,” ujar Rosan dalam keterangan tertulis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, pemerintah terus melakukan pembenahan iklim investasi melalui peninjauan dan revisi berbagai kebijakan serta regulasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian dan prediktabilitas yang lebih baik bagi investor.
Indonesia, lanjut Rosan, juga terus berupaya meningkatkan daya saing guna menarik lebih banyak investasi asing ke Tanah Air.
Adapun Indonesia Investment Forum 2026 mengusung tema “Fostering Resilient Investment Through a Robust Supply Chain”. Forum tersebut dihadiri sekitar 100 delegasi dari kalangan industri, perbankan, dan otoritas pemerintah.
Kegiatan ini menjadi salah satu sarana pemerintah untuk mempromosikan peluang investasi Indonesia sekaligus mempertemukan calon investor dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sejumlah agenda digelar dalam forum tersebut, mulai dari diskusi tingkat tinggi atau C-Suite yang melibatkan pimpinan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Keuangan, serta Bank Indonesia.
Selain itu, forum menghadirkan sesi business pitching untuk mempromosikan berbagai proyek investasi dari Danantara Indonesia, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Agenda lainnya berupa pertemuan bisnis langsung atau 1-on-1 business matching yang mempertemukan calon investor dengan pemangku kepentingan untuk menjajaki peluang kerja sama investasi di Indonesia.
Melalui tiga kesepakatan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak investor internasional yang tertarik mengembangkan usaha di Indonesia, khususnya pada sektor hilirisasi industri, infrastruktur digital, dan manufaktur alat berat.








Comment