Ikang Fawzi Kehilangan Marissa Haque, Kisah Cinta yang Abadi Hingga Maut Memisahkan
Katamerdeka , Jakarta – Dunia hiburan tanah air berduka atas kepergian Marissa Haque, istri dari musisi dan aktor Ikang Fawzi, pada Rabu (2/10/2024) dini hari.
Kepergian Marissa yang tiba-tiba meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama sang suami yang telah mendampingi selama hampir empat dekade.
Dalam prosesi pemakaman yang berlangsung di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, suasana haru menyelimuti setiap langkah Ikang Fawzi.
Meski telah mengarungi bahtera rumah tangga yang hampir sempurna tanpa gosip selama bertahun-tahun, Ikang tak mampu menyembunyikan kesedihannya.
Air mata terus mengalir saat ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Allah atas kesempatan hidup bersama Marissa.
“Kami selalu memanggil satu sama lain dengan panggilan ‘love’. Marissa, I love you forever,” ucap Ikang terisak di depan makam istrinya yang kini telah beristirahat dalam damai.
Perjalanan Cinta yang Tak Selalu Mulus
Kisah cinta Marissa Haque dan Ikang Fawzi memang dikenal inspiratif. Namun, perjalanan mereka tak selalu mudah.
Awal mula hubungan mereka sempat tak mendapat restu dari ayah Marissa, yang menginginkan seorang menantu dengan profesi yang lebih mapan.
Ikang, seorang penyanyi rock, harus berjuang keras untuk mendapatkan hati ayah Marissa. Namun, kegigihan dan ketulusan cinta mereka akhirnya meluluhkan hati keluarga.
Pasangan yang menikah pada tahun 1986 ini pertama kali bertemu saat terlibat dalam film Tinggal Landas Buat Kekasih pada tahun 1984. Dari sana, mereka saling jatuh cinta dan memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.
Hubungan mereka selalu harmonis, jauh dari gosip, dan saling mendukung dalam karier masing-masing.
Cinta dan Ketulusan Hingga Akhir Hayat
Selama pernikahan mereka, Marissa dan Ikang dikaruniai dua putri, Isabella dan Chiki Fawzi, yang turut merasakan duka mendalam atas kepergian sang ibu.
Kesedihan begitu nyata ketika kedua putri mereka mengiringi prosesi pemakaman sambil membawa foto almarhumah, mengenang sosok ibu yang penuh cinta.
Ikang mengaku ikhlas atas kepergian istrinya, meskipun hatinya hancur. Baginya, cinta yang tumbuh karena Allah SWT membuatnya harus merelakan jika sang istri dipanggil oleh Sang Pencipta.
“Cinta kami itu karena Allah, jadi kalau Allah yang memanggil, saya harus ikhlas,” ucapnya penuh haru.
Kepergian yang Menghancurkan Hati
Kepergian Marissa begitu mendadak, meninggalkan rasa kehilangan yang tak terperi bagi Ikang Fawzi. Bahkan, menurut Shahnaz Haque, adik bungsu Marissa, Ikang tak pernah terlihat sehancur ini.
Shahnaz mengungkapkan bahwa Ikang Fawzi sangat terpukul, jauh lebih sedih dibanding saat kehilangan anggota keluarga lainnya.
Rasa syok yang mendalam ini diakibatkan oleh kepergian Marissa yang tiba-tiba, tanpa sakit atau tanda-tanda sebelumnya.
Hanya beberapa jam sebelum wafat, Marissa masih sempat mengajar dan mengunggah aktivitasnya di media sosial, membuat kepergiannya terasa lebih mengejutkan.
Soraya Haque, kakak Marissa, juga turut menguatkan Ikang dan anak-anaknya, menyadari bahwa kepergian yang mendadak ini tentu menjadi pukulan besar bagi mereka.
Kepergian Marissa Haque tak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak orang yang mengenalnya sebagai sosok inspiratif, baik sebagai artis, akademisi, maupun politisi.
Cinta dan dedikasinya terhadap keluarga serta perjuangannya dalam mencapai gelar profesor menjadi kenangan yang akan selalu hidup di hati mereka yang ditinggalkannya.







Comment