Herindra Gantikan Budi Gunawan, BIN Siap Sambut Era Baru
katamerdeka.com – Presiden Joko Widodo telah mengajukan nama Letnan Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), menggantikan Budi Gunawan. Penunjukan Herindra ini merupakan bagian dari transisi pemerintahan yang mempersiapkan kabinet untuk periode Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 2024-2029. Meski akan diganti dari posisi Kepala BIN, Budi Gunawan diperkirakan tetap akan berperan di kabinet baru. Ia terlihat hadir dalam sesi pembekalan calon menteri Prabowo yang digelar di Hambalang, Rabu (16/10/2024).
Pengangkatan Muhammad Herindra sebagai calon Kepala BIN tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) Nomor R-51 tertanggal 10 Oktober 2024. Surat ini mengusulkan Herindra untuk menggantikan Budi Gunawan, dan sesuai prosedur, usulan tersebut memerlukan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, menjelaskan bahwa Presiden Jokowi ingin mempersiapkan pengangkatan ini lebih awal demi mendukung kelancaran transisi kabinet baru.
Proses Pengajuan dan Peran DPR dalam Pengangkatan Kepala BIN
Proses pencalonan Herindra sebagai Kepala BIN membutuhkan pertimbangan dari DPR, mengingat pengangkatan Kepala BIN tidak sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden. DPR akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Rabu (16/10/2024). Tahapan ini akan dilaksanakan oleh tim khusus yang terdiri dari perwakilan fraksi-fraksi di DPR. Ketua DPR, Puan Maharani, menyatakan bahwa Surpres telah dibahas pada rapat konsultasi pimpinan DPR dan fraksi-fraksi pada Senin (14/10/2024) sebagai persiapan tahapan uji kelayakan.
Komposisi tim pemberi pertimbangan dari DPR ini beragam, melibatkan delapan fraksi, yaitu Fraksi PDIP, Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, PKS, PAN, dan Demokrat. Di antara anggota tim tersebut, terdapat nama-nama seperti Utut Adianto (PDIP), Martin Manurung (NasDem), Jazilul Fawaid (PKB), dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Demokrat). Mereka akan mengevaluasi dan memberikan rekomendasi atas pencalonan Herindra sebagai Kepala BIN.
Profil dan Rekam Jejak Muhammad Herindra
Muhammad Herindra lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 30 November 1964. Sejak lulus dari Akademi Militer pada 1987 sebagai lulusan terbaik, Herindra menunjukkan karier yang gemilang di TNI Angkatan Darat. Dia memulai perjalanan militernya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus), hingga menduduki sejumlah posisi strategis seperti Danjen Kopassus (2015-2016), Pangdam III/Siliwangi (2016-2017), dan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI (2020).
Selain mengabdi di TNI, Herindra juga memperkaya keilmuannya dengan meraih gelar Master of Intelligence and International Relations dari Salford University, Inggris, dan Master of Social Science dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Kariernya di TNI juga dilengkapi dengan berbagai penghargaan, seperti Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, dan Royal Order of Sahametrei dari Kamboja. Di bidang intelijen, pengalaman Herindra teruji dengan berbagai penugasan di dalam dan luar negeri.
Budi Gunawan dan Peran Barunya di Kabinet Prabowo-Gibran
Meski akan diganti sebagai Kepala BIN, Budi Gunawan tetap diperkirakan mengisi posisi strategis dalam kabinet Prabowo-Gibran. Budi Gunawan telah dikenal sebagai sosok yang sangat berpengalaman di bidang intelijen dan memiliki kedekatan dengan berbagai tokoh politik. Partisipasinya dalam pembekalan calon menteri Prabowo di Hambalang menunjukkan bahwa ia masih dipertimbangkan untuk peran penting dalam pemerintahan mendatang.









Comment