Fadli, 26 tahun, jauh-jauh datang dari Depok ke Jakarta Selatan untuk ikut sesi Baca Bareng, dan menamatkan novel On Earth We’re Briefly Georgious dari penulis Ocean Vuong.

Ia mengatakan bahwa membaca bersama orang lain membuatnya lebih semangat untuk menambah halaman bacaannya. “Karena kita kan ngumpul bareng-bareng, orang yang memang hobi atau suka baca buku,” ujarnya.

Beberapa klub buku dibentuk untuk melawan anggapan tentang minat baca rendah. Salah satunya Bookclan, yang berkumpul setiap hari Sabtu di lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Klub yang baru dibentuk pada awal 2023 itu juga menyebut dirinya sebagai kelompok yang inklusif.

Bagi Bookclan, sosialisasi dan rasa kekeluargaan antara sesama pembaca buku adalah hal yang penting untuk menjaga minat baca. Satu jam pertama pertemuan Bookclan diisi dengan sesi perkenalan dan sosialisasi, diikuti dengan satu jam membaca senyap.

“Aku enggak mau kita buat klub buku yang cuma baca kemudian bubar. Aku pengen ada kekeluargaan, ada komunitas yang terbentuk… Kalau kita mau ningkatin minat baca ya, satu orang dengan orang lain harus kenal supaya merasa tergerak juga untuk baca lebih lagi,” kata inisiator Bookclan, Reynaldi.