“Tentu saja kepedulian dari sisi kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas. Mereka perhatian. Aisyiyah juga perhatian kepada perempuan,” paparnya.

Pria yang rambutnya mulai memutih ini menambahkan, baik Muhammadiyah maupun Aisyiyah, sangat peduli pada perubahan kondisi geopolitik. Selain itu juga perhatian terhadap kondisi keamanan dunia.

“Dua-duanya, baik Aisyiyah maupun Muhammadiyah semua peduli pada kondisi keamanan dunia. Ya pangannya, ya politiknya, yang diharapkan suasana semakin damai,” imbuhnya.

Ganjar berharap peran Muhammadiyah dan Aisyiyah tersebut mampu memberikan keteladanan yang baik, terutama menjelang tahun-tahun politik.

“Semua punya pesan menjelang tahun politik. Berikan contoh yang baik. Para elit kasih teladan yang baik. Maka, kasih cerita-cerita komunikasi politik di manapun medianya juga baik. Wah, ini menyejukkan sekali,” tuturnya.

Diketahui, Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah digelar mulai Sabtu (19/11/2022) di Solo. Acara muktamar dibuka oleh Presiden Jokowi.