“Sebenarnya praktik-praktik baik ini tinggal kita angkat ke nasional. Apakah sekolah untuk orang miskin, model pengelolaan BAZNAS dengan model payroll terus kemudian perhatian pada guru agama, guru ngaji menurut saya ini cara yang bisa kita naikkan ke nasional,” ujar Ganjar dalam keteranganya, Senin (25/12/2023).

Lebih lanjut, Ganjar mengungkapkan keberhasilannya mengelola zakat bersama BAZNAS di hadapan ulama dan masyarakat yang hadir. Capres dengan tagline Sat Set dan Tas Tes itu menuturkan bakal lebih mengupayakan penyaluran zakat untuk meningkatkan kesejahteraan guru keagamaan dan guru ngaji di seluruh Indonesia dan merealisasikannya lewat 21 program unggulan yang dibawanya bersama Mahfud MD.

“Itulah yang kemudian kita jadikan program-program. Ternyata juga kalau kita lihat metode caranya tidak terlalu sulit. Kalau itu kita gerakkan, maka potensi ini akan menjadi sangat tinggi. Tadi kita bicara pada kiai juga dukungan mereka luar biasa,” jelasnya.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2022 Ganjar mengalokasikan anggaran Rp 247,6 miliar untuk insentif 206.302 guru ngaji dan madrasah diniyah (madin). Setiap guru mendapatkan insentif sebesar Rp 1,2 juta per tahun. Menurutnya, insentif ini merupakan komitmen untuk menyejahterakan pengajar keagamaan.