Penutupan ini merupakan langkah preventif yang diambil untuk menghindari risiko yang mungkin timbul dari abu vulkanik yang dapat mengganggu visibilitas dan kinerja mesin pesawat, menjamin keselamatan semua pihak yang terlibat.

Para ahli vulkanologi terus memonitor aktivitas Gunung Ruang dan memberikan informasi terkini kepada pihak bandara untuk menilai kemungkinan pembukaan kembali bandara lebih awal jika kondisi memungkinkan.

Sementara itu, pihak bandara telah berkoordinasi dengan maskapai dan agen perjalanan untuk meminimalkan dampak kepada penumpang, termasuk mengatur transportasi darurat dan akomodasi bagi mereka yang terdampak. Informasi terbaru mengenai status penerbangan dan kondisi bandara terus diperbarui melalui website resmi dan media sosial Bandara Sam Ratulangi untuk kenyamanan dan keamanan para pengguna jasa bandara.