katamerdeka.com – Erupsi Gunung terpaksa Penutupan Bandara Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, akan tetap tutup hingga hari Senin, 22 April pukul 12.00 WITA, sebagai respons terhadap terus berlangsungnya erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro. Yanti Pramono, Humas Bandara Sam Ratulangi, mengonfirmasi perpanjangan penutupan kepada Media pada hari Minggu.

“Kami memutuskan untuk memperpanjang penutupan bandara demi menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Yanti. Keputusan ini didasarkan pada pengamatan terkini terhadap abu vulkanik yang masih terus bertebaran dari Gunung Ruang.

Sebelumnya, akibat penutupan yang telah berlangsung sejak Minggu, sebanyak 5.557 penumpang dan 40 penerbangan terpaksa dibatalkan. “Ya, total yang terdampak oleh penutupan ini mencakup 5.557 penumpang dari 40 pesawat,” jelas Yanti pada hari Sabtu.

Selama penutupan, aktivitas di Bandara Sam Ratulangi terfokus pada pengembalian uang tiket dan penjadwalan ulang penerbangan yang terpengaruh. Meski terminal penumpang tidak beroperasi seperti biasa, tim manajemen bandara tetap bekerja untuk memfasilitasi kebutuhan penumpang yang terdampak.

Penutupan ini merupakan langkah preventif yang diambil untuk menghindari risiko yang mungkin timbul dari abu vulkanik yang dapat mengganggu visibilitas dan kinerja mesin pesawat, menjamin keselamatan semua pihak yang terlibat.

Para ahli vulkanologi terus memonitor aktivitas Gunung Ruang dan memberikan informasi terkini kepada pihak bandara untuk menilai kemungkinan pembukaan kembali bandara lebih awal jika kondisi memungkinkan.

Sementara itu, pihak bandara telah berkoordinasi dengan maskapai dan agen perjalanan untuk meminimalkan dampak kepada penumpang, termasuk mengatur transportasi darurat dan akomodasi bagi mereka yang terdampak. Informasi terbaru mengenai status penerbangan dan kondisi bandara terus diperbarui melalui website resmi dan media sosial Bandara Sam Ratulangi untuk kenyamanan dan keamanan para pengguna jasa bandara.