Usai lulus kuliah, ia memulai karir dengan menjadi pegawai kontrak di perusahaan Sucofindo. Selanjutnya, Bahlil bersama rekan-rekannya mendirikan kantor konsultan IT dan keuangan. Di usia 25 tahun, Bahlil pun ditunjuk sebagai direktur wilayah Papua perusahaan tersebut dan membawahi 70 orang karyawan.

Melihat peluang sumber daya alam di Papua, Bahlil pun memilih untuk mengembangkan bisnis. Kini, bisnisnya telah memiliki 10 anak usaha di bawah naungan perusahaan induk PT Rifa Capital.

Sebelum diangkat menjadi menteri, ia tercatat pernah menjadi bagian dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada 2003. Jabatan inilah yang mengantarkannya menjadi ketua periode 2015-2019. Bahlil juga memimpin delegasi perdagangan bagi pengusaha muda ke Jepang pada 2016 dan ke Eropa pada 2018 (HIPMI-Europe Trade Mission 2018).

Kedekatan Bahlil dengan Presiden Jokowi mulai terlihat saat keduanya bertemu pada Musyawarah Nasional HIPMI XVI, Jakarta, pada Senin (16/9/2019). Saat itu, Bahlil mendukung mantan Wali Kota Surakarta dan Ma’ruf Amin itu untuk maju ke pemilihan presiden (Pilpres) 2019 putaran kedua. Bahkan, Bahlil tergabung dalam tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf dan menduduki posisi sebagai Direktur Penggalangan Pemilih Muda.