Dua Hakim Terseret OTT KPK, Sebutan “Yang Mulia” Dipertanyakan
JAKARTA – Dua hakim terseret OTT KPK, sebutan “Yang Mulia” dipertanyakan. Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Mahkamah Agung menyeret nama dua orang hakim. Kini sebutan “Yang Mulia” terhadap hakim serasa tak pantas.
Masyarakat mulai enggan menyebut hakim dengan sebutan “Yang Mulia” setelah dua hakim tertangkap KPK karena kasus penyogokan. Apalagi sebelumnya juga ada beberapa hakim yang tertangkap.
Penetapan tersangka suap kepada Hakim Agung Sudrajat Dimyati kini juga berbuntut panjang. Kini, panggilan ‘Yang Mulia’ bagi Hakim Agung pun disorot dan menuai pro-kontra setelah dua hakim di MA tertangkap.
Sorotan atas panggilan ‘Yang Mulia’ untuk para hakim di Mahkamah Agung awalnya datang dari mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin Tumpa. Dia mengaku prihatin atas kasus yang menjerat Hakim Agung Sudrajad Dimyati.
Berkaca dari kasus tersebut, Harifin Tumpa pun meminta masyarakat berhenti memanggil para hakim agung ‘Yang Mulia’.
Harifin Tumpa sudah mengingatkan agar panggilan yang mulia itu disetop sejak Juni 2020. Ada kegelisahan yang mendalam mengapa Harifin Tumpa menolak hakim dipanggil yang mulia.







Comment