“Jadi keputusan saya nyapres ini kan keputusan Muktamar, ya. Keputusan Muktamar harus jadi capres. Nanti kalau ada perubahan menjadi cawapres ya saya harus Muktamar lagi, mengundang seluruh cabang dan DPW untuk mendiskusikan,” ujarnya.

Soal duet capres-cawapres yang melibatkan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Koalisi Gerindra-PKB sempat disinggung oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Desmond J Mahesa. Dia mengatakan akan mempertimbangkan Puan menjadi cawapres jika hendak maju bareng Prabowo.

Dengan catatan, pengusungan Puan oleh koalisi ini harus mengantongi restu dahulu oleh Muhaimin.

“Konfigurasi kita pertimbangkan, kalau Puan mau jadi wakil. Tapi harus dibicarakan dulu dengan Pak Muhaimin, mau enggak Pak Muhaimin mengalah?” ujar Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/9) lalu.

Desmond menegaskan Gerindra tidak ingin meninggalkan PKB yang sudah lebih dulu bersama-sama membangun koalisi. Desmond menyatakan lebih memilih sang ketum, Prabowo, untuk dipasangkan dengan Cak Imin ketimbang Puan.